Differences
This shows you the differences between two versions of the page.
Both sides previous revision Previous revision Next revision | Previous revision | ||
penghidupan:lahan_suboptimal [2023/02/04 11:18] – removed - external edit (Unknown date) 127.0.0.1 | penghidupan:lahan_suboptimal [2023/02/04 11:19] (current) – Arizka Mufida | ||
---|---|---|---|
Line 1: | Line 1: | ||
+ | ====== Lahan Suboptimal ====== | ||
+ | |||
+ | Lahan suboptimal adalah lahan marjinal yang akan dioptimalkan. Lahan suboptimal dengan faktor pembatas alami dapat digolongkan menjadi beberapa tipologi lahan yaitu lahan kering masam, lahan rawa pasang surut, lahan rawa lebak, dan lahan gambut. Mengapa lahan suboptimal ini dijadikan alternatif budidaya tanaman pangan, karena tantangan yang dihadapi di sektor pertanian ini tentu dari sisi produktivitas yang seharusnya semakin meningkat, namun malah terdegradasi akibat dari adanya konversi lahan pertanian menjadi lahan industri dan properti. Sementara itu, di sisi lain masyarakat Indonesia terus mengalami peningkatan jumlah penduduk dan secara tidak langsung hal ini menyebabkan peningkatan kebutuhan pangan. Hal tersebutlah yang menjadikan lahan suboptimal sebagai alternatif budidaya tanaman pangan. | ||
+ | |||
+ | Lahan rawa lebak merupakan salah satu lahan suboptimal yang yang memiliki karakteristik selalu tergenang selama beberapa bulan. Tanaman jagung (//Zea mays// L.) merupakan salah satu tanaman pangan pokok Indonesia yang dapat dibudidayakan di lahan suboptimal seperti lahan rawa lebak. JH-37 merupakan varietas unggul tanaman jagung hibrida yang toleran terhadap lahan suboptimal.\\ | ||
+ | {{https:// | ||
+ | < | ||
+ | //Sumber : Dokumen Pribadi // </ | ||
+ | |||
+ | ---- | ||
+ | |||
+ | Referensi | ||
+ | |||
+ | Balittra: "JH-37 di TSP Lahan Rawa Banjarbaru : Jagung Unggul Balitbangtan yang Tumbuh Baik di Lahan Gambut'' | ||
+ | |||
+ | {{tag> | ||
+ | |||