ekosistem_gambut:balam_suntai

Balam suntai ( Palaquium leiocarpum )

balamsuntaipowo.jpg

Kingdom: Plantae

Phylum: Streptophyta

Class: Equisetopsida

Subclass: Magnoliidae

Order: Ericales

Family: Sapotaceae

Genus: Palaquium

Species: Palaquium leiocarpum

Pohon Palaquium leiocarpum berukuran sedang hingga besar, dengan diameter batang dapat mencapai sekitar 150 cm dan tinggi total hingga ±40 m. Batang berbentuk silindris dengan banir kuncup, kulit batang beralur dangkal, mengelupas cukup tebal, berwarna kemerahan, serta mengeluarkan getah putih apabila dilukai. Kayu gubal berwarna cokelat kemerahan dan bertekstur keras. Daun tunggal tersusun spiral mengelompok di ujung ranting, berbentuk bundar telur sungsang dengan pangkal meruncing, tepi rata, dan ujung tumpul membulat. Permukaan atas daun berwarna hijau tua mengilap, sedangkan bagian bawah berwarna cokelat kemerahan. Bunga tersusun berkelompok, muncul di ketiak daun maupun pada bagian ranting yang tidak berdaun, dengan perhiasan bunga berwarna putih krem. Buah berupa buah batu, berwarna hijau muda saat muda dan berubah menjadi kemerahan hingga kehitaman ketika masak, berdaging lunak, terasa kesat, serta beraroma harum.

Palaquium leiocarpum tumbuh baik di hutan rawa gambut dan hutan dataran rendah tanah mineral, hingga mencapai ketinggian 1-500 m, Palaquium leiocarpum juga merupakan penyusun lapisan kanopi utama. Palaquium leiocarpum tumbuh di hutan sekunder sebagai pohon tunggal pasca penebangan dan gangguan. Persebaran Palaquium leiocarpum sangat luas, mulai dari Borneo, Malaya, hingga Sulawesi.

Palaquium leiocarpum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Kayu Palaquium leiocarpum dapat digunakan sebagai kayu kontruksi bangunan, membuat perahu, jembatan, dan bantalan rel kereta api.

  • ekosistem_gambut/balam_suntai.txt
  • Last modified: 2026/01/15 08:01
  • by Sephira Tiara Dwi