ekosistem_gambut:jengkol_hutan

Jengkol hutan ( Archidendron clypearia )

jengkolhutanpowo.jpg

Kingdom: Plantae

Phylum: Streptophyta

Class: Equisetopsida

Subclass: Magnoliidae

Order: Fabales

Family: Fabaceae

Genus: Archidendron

Species: Archidendron clypearia

Archidendron clypearia berupa semak atau pohon kecil dengan banyak cabang, tinggi mencapai 15 m dan diameter batang hingga 40 cm. Batang Archidendron clypearia berbentuk silindris dengan pepagan berwarna cokelat, permukaannya halus, kadang-kadang berlentisel dan mengelupas halus. Kulit bagian dalam Archidendron clypearia berwarna kehijauan hingga cokelat kemerahan, sedangkan kayu gubal berwarna putih. Ranting bersifat kaku, menyudut, bersegi atau bersayap, tampak bekas daun, serta tertutup bulu balig.

Daun Archidendron clypearia majemuk menyirip ganda, dengan anak daun pada bagian pangkal menyirip tidak simetris dan berujung lancip. Perbungaan muncul di ujung ranting, berbulu balig, tersusun dalam bentuk umbel atau corymbosa aggregated kedalam panicle. Bunganya berkelamin dua dengan perhiasan bunga berkelipatan lima, berwarna putih krem hingga kekuningan. Buah berupa polong pipih, berwarna kekuningan di bagian luar dan merah di bagian dalam, serta melintir membentuk spiral.

Archidendron clypearia tumbuh di hutan primer dan sekunder, hutan mangrove, rawa, rawa gambut. Archidendron clypearia juga tumbuh di hutan kerangas sebagai penyusun lapisan bawah kanopi hutan. Archidendron clypearia tersebar alami di daerah tropis, dari India, Indocina hingga mencapai Nugini.

Daun Archidendron clypearia digunakan untuk penyamak dan pewarna rotan.

  • Partomihardjo, T. (2020). Tumbuhan hutan rawa gambut Merang Kepayang.
  • POWO (2024). “Plants of the World Online. Facilitated by the Royal Botanic Gardens, Kew. Published on the Internet; https://powo.science.kew.org/.
  • ekosistem_gambut/jengkol_hutan.txt
  • Last modified: 2026/01/08 09:31
  • by Sephira Tiara Dwi