Mamali ( Leea indica )
Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Phylum: Streptophyta
Class: Equisetopsida
Subclass: Magnoliidae
Order: Vitales
Family: Vitaceae
Genus: Leea
Species: Leea indica
Ciri Morfologi
Pohon Leea indica menyemak/ semak tegak dengan satu hingga beberapa batang utama. Diameter batang Leea indica dapat mencapai 10 cm dan tinggi total hingga sekitar 10 m, sering dilengkapi akar jangkung atau akar gantung. Kulit batang bertekstur halus hingga berbulu halus, berwarna kehijauan pada fase muda dan berubah menjadi abu-abu kecokelatan saat tua. Daunnya majemuk menyirip rangkap dengan 7 hingga banyak anak daun. Stipula berbentuk bundar telur sungsang, tidak berbulu dan mudah gugur. Anak daun berbentuk bundar telur hingga melanset atau jorong–jorong melanset, dengan pangkal membaji sampai membundar, ujung melancip hingga meruncing, serta tepi bergerigi atau bergerigi dangkal. Perbungaan Leea indica tersusun dalam karangan terbatas yang muncul di ujung ranting atau cabang. Bunga Leea indica berwarna putih kehijauan, tidak berbulu hingga berbulu halus. Buah bertipe buni, berwarna hijau dan berubah menjadi ungu hingga hitam ketika masak, dengan enam biji di dalam setiap buah.
Habitat dan Persebaran
Leea indica tumbuh alami di hutan rawa, rawa gambut dan di tempat dipterokarpa campuran hingga tumbuh di hutan pegunungan bawah. Leea indica juga tumbuh sampau ketinggian mencapai 1700 m. Jenis Leea indica banyak tumbuh di tanah alluvial, perbukitan batu gamping hingga sepanjang tepi sungai.
Persebaran Leea indica sangat luas, mulai dari Srilangka, Indocina, India, Pasifik bagian barat, Indonesia, hingga Australia.
Manfaat
Kayu Leea indica dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Secara tradisional, daun Leea indica yang ditumbuk digunakan sebagai obat luar untuk mengobati luka pada kulit. Daun muda yang dipanaskan ditempelkan di kepala atau pada bagian tubuh yang terasa pegal untuk meredakan nyeri. Daun yang digoreng tanpa minyak digunakan sebagai obat tradisional untuk vertigo. Akar yang direbus dimanfaatkan untuk mengatasi sakit perut, sedangkan tunas mudanya dapat dikonsumsi sebagai sayuran.
Sumber
- Partomihardjo, T. (2020). Tumbuhan hutan rawa gambut Merang Kepayang.
- POWO (2024). “Plants of the World Online. Facilitated by the Royal Botanic Gardens, Kew. Published on the Internet; https://powo.science.kew.org/