Medang lilin ( Endiandra rubescens )

medanglilinpowo.jpg

Kingdom: Plantae

Phylum: Streptophyta

Class: Equisetopsida

Subclass: Magnoliidae

Order: Laurales

Family: Lauraceae

Genus: Endiandra

Species: Endiandra rubescens

Endiandra rubescens memiliki beberapa nama daerah yakni medang dan medang lilin, bejubui, lingkasig. Secara lokal kayu Endiandra rubescens dapat dimanfaatkan sebagai bahan kontruksi bangunan.

Endiandra rubescens tergolong berukuran sedang dengan tinggi total hingga sekitar 35 m dan diameter batang mencapai 60 cm. Batang Endiandra rubescens berbentuk silindris tanpa banir, dengan kulit luar halus berwarna abu-abu kecokelatan dan bagian dalam berwarna cokelat kemerahan. Kayu gubalnya berwarna putih kemerahan hingga krem dengan tekstur serat yang halus. Ranting tidak memiliki stipula. Daun Endiandra rubescens tunggal, tersusun berseling, gundul, dengan pertulangan menyirip serta urat daun tersier membentuk pola jala. Perbungaan berupa malai yang tumbuh di ketiak daun maupun di ujung ranting. Bunga Endiandra rubescens berwarna putih kekuningan dengan diameter sekitar 4 mm. Buah berbentuk pelok yang mengeras, berwarna hijau, dengan panjang kurang lebih 55 mm.

Endiandra rubescens tumbuh secara alami di hutan rawa gambut, hutan dipterokarpa campuran, hingga kawasan pegunungan bawah dengan ketinggian mencapai 1.400 m dpl. Endiandra rubescens berkembang dengan baik di sekitar tepian sungai pada tanah berpasir hingga tanah bersifat ultra basa. Di hutan sekunder, keberadaannya biasanya dijumpai sebagai pohon sisa yang tertinggal setelah terjadinya gangguan. Persebaran Endiandra rubescens sangat luas, mulai dari Sulawesi, Semenanjung Malaysia, Sumatera, Jawa, Borneo (termasuk Sarawak, Sabah, Kalimantan).

  • Partomihardjo, T. (2020). Tumbuhan hutan rawa gambut Merang Kepayang.
  • POWO (2024). “Plants of the World Online. Facilitated by the Royal Botanic Gardens, Kew. Published on the Internet; https://powo.science.kew.org/.
  • ekosistem_gambut/medang_lilin.txt
  • Last modified: 2026/01/20 04:47
  • by Sephira Tiara Dwi