Purun tikus
Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Phylum: Streptophyta
Class: Equisetopsida
Subclass: Magnoliidae
Order: Poales
Family: Cyperaceae
Genus: Eleocharis
Species: Eleocharis dulcis
Manfaat
Eleocharis dulcis dapat dimanfaatkan sebagai bahan utama untuk bahan ayaman tikar, keranjang, dan kerajinan tangan. Selain itu, Eleocharis dulcis dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku topi, tas bakul, tas kampil, tas anjat, tikar, alas meja, dan dijadikan sebagai alat piring makan.
Sebaran
Eleocharis dulcis tumbuh liar di daerah terbuka seperti tepi sungai, di lahan rawa yang tergenang air, rawa pasang surut, dan rawa gambut dangkal. Selain itu, Eleocharis dulcis juga dapat tumbuh di lahan bersulfat masam, tanah lempung dan tumbuh dengan baik di tanah masam.
Budi daya
Eleocharis dulcis sudah dimanfaatkansejak jaman dahulu, tetapi saat ini Eleocharis dulcis belum dibudidayakan secara intensif. Teknik perbanyakan purun tikus masih dilakukan secara tradisional, yaitu dengan cara meninggalkan beberapa rumpun agar rimpangnya dapat bertunas kembali. Sedangkan perbanyakan ke lokasi lain dilakukan dengan cara menanam rimpang atau umbinya.
Sumber
- Asikin, S., & Thamrin, M. (2012). Manfaat purun tikus (Eleocharis dulcis) pada ekosistem sawah rawa. Jurnal Litbang Pertanian, 31(1), 35-42.
- Noor, M., & Sabiham, I. H. S. (2010). Lahan Gambut. Pengembangan, Konservasi Dan Perubahan.
- Tata, H. L., & Susmianto, A. (2019). Prospek paludikultur ekosistem gambut Indonesia. Forda Press.
- Yoandestina. (2013). Purun tikus bagi petani rawa. Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa. Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Balittra.litbang.deptan.go.id