Simpur

simpurpowo.jpg

Kingdom: Plantae

Phylum: Streptophyta

Class: Equisetopsida

Subclass: Magnoliidae

Order: Dilleniales

Family: Dilleniaceae

Genus: Dillenia

Species: Dillenia grandifolia

Pohon Dillenia grandifolia berukuran sedang hingga besar dengan tinggi dapat mencapai 40 m, tinggi bebas cabang sekitar 30 m, dan diameter batang hingga 100 cm. Batangnya berlekuk dan kerap memiliki banir, dengan permukaan kulit luar halus berwarna agak putih. Kulit bagian dalam tebal dan berserat; apabila ditoreh akan mengeluarkan getah bening disertai bunyi berdesis.

Daun Dillenia grandifolia tunggal, berbentuk bulat telur hingga lonjong dan tersusun berseling. Tulang daun tampak menonjol pada permukaan bawah, sementara tulang sekunder memanjang hingga mencapai tepi daun yang bergerigi. Tangkai daun sedikit bersayap, bagian pangkalnya memeluk ranting dan meninggalkan bekas. Tangkai serta permukaan bawah daun ditutupi rambut halus (balig).

Perbungaan Dillenia grandifolia tersusun dalam bentuk tandan yang muncul di ujung ranting. Kelopak berbentuk jorong dan tersusun dalam beberapa lapis; lapisan terluar tersusun rapat, sedangkan lapisan terdalam lebih sempit dan padat di bagian tengah. Mahkota bunga berwarna kuning.

Buah semu tersusun atas lembaran daging buah yang lunak dan berair, berwarna putih kekuningan. Buahnya tidak berbenjol, berwarna kuning kusam, berbentuk bulat agak pipih dengan diameter sekitar 6 cm. Biji Dillenia grandifolia hitam, berbentuk bulat telur, dan dilapisi selaput lengket. Kayunya berwarna kuning gading dengan berat jenis berkisar antara 680–930 kg/m³.

Nama lokal Dillenia grandifolia cukup beragam di beberapa daerah. Di Sumatera dikenal dengan sebutan simpur kijang, ampalu, dan mempelu. Sementara di Borneo memiliki banyak nama lain, seperti entepung rimba, pohu, pru, riga, suretang, dan tempuru, kadjang, ketang bajut, jongong, kayu pajan, beriga, keruing paya, dan markadjang. Kayu Dillenia grandifolia dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat papan.

Dillenia grandifolia umumnya dijumpai di hutan skunder dan primer dataran rendah sebagai bagian dari lapisan bawah kanopi. Dillenia grandifolia juga tumbuh optimal di hutan rawa atau pada tanah aluvial, serta di punggung perbukitan hingga ketinggian sekitar 300 m di atas permukaan laut. Dillenia grandifolia tersebar sangat luas, mulai dari Indocina, Thailand, Borneo, Semenanjung Malaysia hingga Sumatera. Di Jawa, Dillenia grandifolia hanya di tanam di Kebun Raya Bogor.

  • ekosistem_gambut/simpur.txt
  • Last modified: 2026/02/11 07:14
  • by Sephira Tiara Dwi