Differences
This shows you the differences between two versions of the page.
Both sides previous revision Previous revision Next revision | Previous revision | ||
tumbuhan:akasia [2022/10/20 08:09] – Yusi Septriandi | tumbuhan:akasia [2023/02/12 01:21] (current) – Novian Rendy Wijaya | ||
---|---|---|---|
Line 1: | Line 1: | ||
+ | {{tag> | ||
+ | |||
====== Akasia ====== | ====== Akasia ====== | ||
- | Akasia | + | < |
+ | Tanaman akasia ( sp.) telah ditanam di lebih dari 80 negara di dunia termasuk Indonesia. | ||
+ | |||
+ | E. //Acacia crassicarva// | ||
+ | Akasia pertama kali diperkenalkan di kepulauan Maluku pada tahun 1970-an sebagai tanaman untuk penghijauan.\\ | ||
+ | Akasia crassicarva merupakan pohon berukuran kecil atau sedang, dengan tinggi dapat mencapai 25m, yang merupakan spesies endemik Australia. | ||
+ | |||
+ | Menurut Eldoma dan awing(1999) tanaman akasia ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti diambil kayunya, diolah bubur kayu (pulp), kertas, bahan bakar (briket) dan sebagainya. Beberapa spesies tanaman akasia yang dikembangkan di Indonesia adalah //A. auriculiformis//, | ||
===== Ciri - ciri Morfologi ===== | ===== Ciri - ciri Morfologi ===== | ||
- | Batang tegak lurus dengan diameter mencapai 50 cm, daun membentuk seperti bulan sabit. Panjang 8-27 cm, lebar 1-4,5 cm, berwarna hijau keabuan, memiliki 3 urat daun utama yang jelas dan berwarna kekuningan. Perbungaan Bulir berwarna kuning cerah, panjang 4-7cm. Tangkai | + | Batang tegak lurus dengan diameter mencapai 50 cm, daun membentuk seperti bulan sabit. Panjang 8-27 cm, lebar 1-4,5 cm, berwarna hijau keabuan, memiliki 3 urat daun utama yang jelas dan berwarna kekuningan. Perbungaan Bulir berwarna kuning cerah, panjang 4-7 cm. Tangkai |
===== Habitat ===== | ===== Habitat ===== | ||
- | Akasia Crassicarva | + | //Acacia crassicarva// |
+ | |||
+ | //Acacia crassicarva// | ||
+ | ===== Fakta unik dari | ||
+ | |||
+ | - Akar pada //Acacia sp//. dapat mengeluarkan zat alelopati. Zat alelopati adalah zat racun yang dapat mengganggu pertumbuhan jenis pohon lain di sekitar tempat tumbuh Acacia sp.. Sehingga kurang cocok jika peruntukkan penanamannya di lahan penghijauan yang menginginkan keberagaman jenis pohonnya tinggi. Kemampuan ini yang membuat pohon akasia bersifat invasif, cenderung mendominasi penyebarannya di suatu lahan tumbuh. | ||
+ | |||
+ | //- //Tipe daun filodia. Daun pipih seperti bulan sabit pada pohon akasia sebenarnya daun yang terbentuk dari pertumbuhan dan perkembangan pada tangkai daun. | ||
+ | |||
+ | - Bunga pohon akasia salah satu pakan yang bagus untuk lebah. | ||
+ | |||
+ | - Akar pada pohon akasia dapat bersimbiosis dengan bakteri rhizobium ditandai dengan terbentuknya bintil-bintil akar sehingga akar akasia dapat mengikat Nitrogen (N) bebas di udara. Selain itu akar pohon akasia juga dapat bersimbiosis dengan mikoriza. | ||
- | Akasia Crassicarva dapat meningkatkan Manajemen tanah berkelanjutan yang berkaitan dengan dengan pengolaan air di lahan gambut. Upaya dengan mempertahankan air agar tetap stabil berada dilevel 50 - 60 cm. dengan cara memuat pintu - pintu air sehingga air yang ada dilahan gambut tetap terjaga levelnya. Tanaman Akasia Crassicarva dapat mendorong peningkatan industri Biomasa yang saat ini masih kurang jumlahnya di indonesia. | + | ==== Daftar Pustaka ==== |
- | {{: | + | Eldoma A., Awang K. 1999. Site Adaptability of Acacia mangium, Acacia auriculiformis, |
- | //(akasia crassicarva)// | + | Zulfiyah,A. Gales, K. 1996. Diseases of TropicalAcacias in South Sumatera. : Old KM ., editor. Proceding of an International Workshop held Subanjeriji |
- | ==== ==== | + | |