Getah sundi ( Payena leerii )
Payena leerii memiliki beberapa nama daerah antara lain balam pipis, nyatoh bunga běring, balam suntai, balam kějal, balam tanjung, balam tanduk, balam cabé, balam kaliangung kulan, kulan, putting, běringing, mayang sondèk, balam bunga tanjung, sundik, dan suntik. Nama dagang dari Payena leerii yakni Getah sundi.
Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Phylum: Streptophyta
Class: Equisetopsida
Subclass: Magnoliidae
Order: Ericales
Family: Sapotaceae
Genus: Payena
Species: Payena leerii
Ciri Morfologi
Pohon Payena leerii berukuran sedang hingga besar dengan tinggi total dapat mencapai sekitar 40 m dan diameter batang hingga 70 cm. Batang Payena leerii tumbuh lurus berbentuk silindris, kulit luar berwarna abu-abu kehitaman dengan alur-alur halus yang mudah mengelupas, sedangkan bagian dalamnya berwarna cokelat kemerahan dan akan mengeluarkan getah putih apabila dilukai. Kayu gubal Payena leerii berwarna merah kecokelatan hingga cokelat muda, bertekstur halus serta keras. Daun tunggal berbentuk bundar telur melebar, daun muda ditutupi rambut halus, tersusun berseling, dengan pangkal meruncing, tepi rata, dan ujung daun lancip. Perbungaan berupa malai yang muncul di ketiak daun maupun pada bagian ranting tanpa daun. Bunganya berukuran kecil dengan diameter sekitar 0,5 cm, berwarna putih, tersusun tunggal atau berkelompok. Buah Payena leerii termasuk tipe bani, berwarna kuning, berbentuk bulat telur, dan hanya mengandung satu biji. Bijinya memiliki kulit keras dan berwarna hitam.
Manfaat
Zaman dahulu, Payena leerii banyak dibudidayakan di berbagai wilayah Jawa dan Sumatera untuk dimanfaatkan getahnya sebagai pengganti getah perca. Buah Payena leerii dapat dikonsumsi dan memiliki rasa serta aroma yang menyerupai buah sawo. Daun Payena leerii yang telah dikeringkan secara tradisional digunakan sebagai obat diare. Payena leerii memiliki beragam kegunaan, sedangkan kayunya yang keras dengan tekstur halus banyak dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan perabot rumah tangga maupun konstruksi bangunan.
Habitat dan Persebaran
Payena leerii tumbuh alami di daerah tropik pada berbagai tipe hutan dari daerah pantai hingga pegunungan, termasuk hutan rawa gambut, dipterokarpa campuran, hutan pegunungan bawah pada ketinggian 1200 m, dan hutan kerangas. Payena leerii tumbuh secara optimal pada tanah alluvial di darah tepi sungai, perbukitan, batu gamping, hingga punggung-punggung bukit pada tanah berpasir. Persebaran Payena leerii sangat luas, mulai dari Thailand, Burma, Semenanjung Malaysia, Filipina, Kepulauan Riau, Borno, hingga Bangka Belitung.
Sumber
- Partomihardjo, T. (2020). Tumbuhan hutan rawa gambut Merang Kepayang.
- POWO (2024). “Plants of the World Online. Facilitated by the Royal Botanic Gardens, Kew. Published on the Internet; https://powo.science.kew.org/.