Ekowisata Gambut
Ekowisata gambut merupakan salah satu alternatif dalam memanfaatkan potensi sumberdaya gambut berbasis konservasi. Model ekowisata ini selain untuk melestarikan ekosistem gambut, juga dapat memberikan keuntungan ekonomi untuk masyarakat setempat. Adanya ekowisata ini akan memperluas lapangan kerja untuk masyarakat. Ekowisata gambut merupakan sebuah solusi terhadap kejadian kerusakan lahan gambut karena illegal logging dan alih guna lahan gambut dengan cara pembakaran. Pengelolaan ekowisata gambut yang berkelanjutan dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan, sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat1 .
Pengembangan Ekowisata Gambut
Ekosistem gambut memiliki keunikan tersendiri dan keanekaragaman hayati yang tinggi2 . Keanekaragaman hayati yang tinggi memberikan daya tarik khusus untuk destinasi wisata alam3 . Gambut memiliki ekosistem hutan pengolahan_pakan_hijauan_rawa yang unik dan menjadi daya tarik tersendiri. Beberapa spesies yang terdapat di Hutan Rawa Gambut seperti orang utan (Pongo pygmeus), kelasi (Presbytis rubicunda), trenggiling (Manis javanica), burung enggang (Buceros vigil Forster), kayu ramin (Gonystylus bancanus), nephentes (Nephentes cleapta), dan anggrek (Bromheadia finlaysoniana)4 .
Pengembangan ekowisata gambut disesuaikan dengan karakteristik lingkungan dan kearifan lokal masyarakat setempat. Model ekowisata yang dapat dikembangkan pada ekosistem gambut antara lain:
- Susur sungai
- Desa wisata gambut
- Kerajinan hasil hutan gambut
- Wisata pemancingan ikan rawa dan sungai
- Penangkaran hewan endemik gambut
Wisata Susur Sungai Kubu Raya
Salah satu model ekowisata susur sungai berada di Kabupaten Kubu Raya di Provinsi Kalimantan Barat. Menyusuri Sungai Ambawang menggunakan kapal klotok dan makan sepuasnya. Pengunjung disuguhkan pemandangan alam bantaran sungai yang dijuluki “Amazonnya Borneo”. Di sepanjang perjalanan mata disuguhkan dengan pemandangan alam, bantaran sungai yang masih asri. Berupa hutan dengan beraneka ragam jenis flora atau pepohonan khas pinggir sungai di Pulau Borneo atau Kalimantan. Tak hanya itu, fauna berupa burung-burung juga akan sering dijumpai di sepanjang perjalanan. Hanya sesekali ada rumah-rumah penduduk dan bisa disaksikan aktivitas mereka di pinggir sungai.
Referensi
- Sulistyani, Teguh H., Rahayuningsih, Margareta dan Partaya. 2014. Keanekaragaman jenis Kupu-Kupu (Lepidopteraa : Rhopalocera) Di Cagar Alam Ulolanang Kecubung Kabupaten Batang. Unnes Journal of Life Science. 3(1): 1-17.